وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ 41
Wa laqad jā'a āla fir‘aunan-nużur(u).
Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir‘aun.
Tafsir Kemenag — ayat 41
Ayat-ayat ini menerangkan bahwa sungguh peringatan demi peringatan telah berkali-kali disampaikan kepada kaum Fir'aun dan pengikut-pengikutnya. Namun mereka tetap mendustakannya. Peringatan-peringatan itu adalah semua tanda-tanda kerasulan dan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa sebagaimana diungkapkan dalam Surah al-A'raf/7: 133 dan al-Isra'/17: 101. Karena itu Allah menurunkan azab kepada mereka. Azab datang dari Zat yang Mahakuat dan Mahakuasa, yang menunjukkan bahwa azab itu amat hebat. Berupa tenggelamnya Fir'aun dan pengikutnya di Laut Merah.
كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ 42
Każżabū bi'āyātinā kullihā fa'akhażnāhum akhża ‘azīzim muqtadir(in).
Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.
Tafsir Kemenag — ayat 42
Ayat-ayat ini menerangkan bahwa sungguh peringatan demi peringatan telah berkali-kali disampaikan kepada kaum Fir'aun dan pengikut-pengikutnya. Namun mereka tetap mendustakannya. Peringatan-peringatan itu adalah semua tanda-tanda kerasulan dan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa sebagaimana diungkapkan dalam Surah al-A'raf/7: 133 dan al-Isra'/17: 101. Karena itu Allah menurunkan azab kepada mereka. Azab datang dari Zat yang Mahakuat dan Mahakuasa, yang menunjukkan bahwa azab itu amat hebat. Berupa tenggelamnya Fir'aun dan pengikutnya di Laut Merah.
اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰۤىِٕكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَاۤءَةٌ فِى الزُّبُرِۚ 43
Akuffārukum khairum min ulā'ikum am lakum barā'atun fiz-zubur(i).
Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?
Tafsir Kemenag — ayat 43
Allah memperingatkan orang-orang kafir Mekah apakah mereka merasa lebih mulia dari kaum kafir sebelum mereka yang telah ditimpa hukuman Allah seperti kaum Nuh, kaum 'Ad dan kaum Samud. Apakah mereka akan selamat dari azab Allah karena kekafiran mereka terhadap-Nya dan kedustaan mereka terhadap rasulNya. Ataukah mereka benar mendapat jaminan tertulis dalam kitabkitab suci bahwa mereka merasa bebas dari azab Allah walaupun selalu kafir dan berbuat jahat. Jika keyakinan mereka itu benar perlu menunjukkan landasan kebenaran keyakinan mereka itu.
اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ 44
Am yaqūlūna naḥnu jamī‘um muntaṣir(un).
Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.”
Tafsir Kemenag — ayat 44
Allah masih melanjutkan pertanyaan apakah mereka merasa merupakan suatu kekuatan yang sangat kompak sehingga begitu kuatnya dan tidak mungkin dikalahkan. Abu Jahal berkata, pasukan mereka banyak dan kuat, mereka pasti akan menang (pada peristiwa Perang Badar). (
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ 45
Sayuhzamul-jam‘u wa yuwallūnad-dubur(a).
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur).
Tafsir Kemenag — ayat 45
Allah menegaskan bahwa kesatuan mereka akan diceraiberaikan dan kekuatan mereka akan dipatahkan oleh pasukan Islam. Janji Allah itu terbukti dalam Perang Badar, dimana lebih dari 70 orang pemuka-pemuka mereka tewas dan sisanya lari terbirit-birit kembali ke Mekah. Bukti tentang benarnya kenabian Muhammad saw, karena ayat ini turun di Mekah, sedang Nabi saw belum mempunyai pasukan, bahkan pengikut-pengikut Nabi terpencarpencar, diburu dan disiksa oleh orang-orang musyrik di mana saja mereka berada, 'Umar bin al-Khaththab berkata, "Ketika ayat itu turun saya tidak mengerti apa maksudnya. Tetapi pada Perang Badar, saya lihat Nabi saw memakai baju besi dan saya dengan beliau membaca ayat ini, 'Golongan itu pasti akan dikalahkan, waktu itu barulah saya mengerti maksud ayat tersebut." Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas bahwa Nabi saw berkata ketika beliau masih dalam kemah, pada hari Perang Badar: "Aku menagih pesan-Mu dan janji-Mu! Ya Allah, jika Engkau menghendaki (kekalahan kami) niscaya Engkau tidak akan disembah lagi sesudah hari ini". Lalu Abu Bakar memegang tangan Nabi dan berkata, "Cukup sudah ya Rasulullah! Engkau telah begitu mendesak Tuhanmu."Lalu beliau keluar (dari kemah) melompat dengan memakai baju besi sambil membaca ayat ini. (Riwayat alBukhari)
Kemudian Allah menyatakan bahwa yang tersebut itu adalah azab dunia dan mereka akan menemui azab yang lebih hebat lagi pada hari Kiamat.
بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ 46
Balis-sā‘atu mau‘iduhum was-sā‘atu adhā wa amarr(u).
Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
Tafsir Kemenag — ayat 46
Peperangan tersebut adalah azab yang akan mereka rasakan di dunia, berupa kekalahan, dibunuh atau ditawan tetapi mereka masih akan menerima azab lain yang lebih dahsyat, yaitu azab neraka di akhirat. Azab akhirat itu lebih hebat dan berlangsung kekal dan kuat selama-lamanya.
اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ 47
Innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su‘ur(in).
Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
Tafsir Kemenag — ayat 47
Allah menyatakan, bahwa sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan Allah dan mendustakan rasul-rasul-Nya adalah orang-orang sesat dan menyimpang dari jalan yang benar di dunia. Di akhirat nanti mereka akan ditimpa azab yang pedih akibat kesesatannya.
يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ 48
Yauma yusḥabūna fin-nāri ‘alā wujūhihim, żūqū massa saqar(a).
Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.”
Tafsir Kemenag — ayat 48
Orang-orang yang durhaka akan digiring ke dalam neraka dengan terseret-seret dan terbentur-bentur mukanya ke tanah karena itu mereka sangat menderita. Penderitaan mereka di dalam neraka lebih hebat lagi. Neraka akan melelehkan kulit dan daging mereka
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ 49
Innā kulla syai'in khalaqnāhu biqadar(in).
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.
Tafsir Kemenag — ayat 49
Seluruh makhluk diciptakan-Nya sesuai ketentuan dan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Karena itu bila seseorang dihukum karena ketetapan dan hukum-hukumnya itu. Dan segala sesuatu akan terjadi sesuai ketetapan-Nya. Dalam ayat lain Allah juga berfirman mengenai ketetapan atau takdir yaitu:
Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuranukurannya dengan tepat. (al-Furqan/25: 2)
Tetapi manusia wajib berusaha, ketentuan-Nya diserahkan kepada Allah sesuai firman Allah:
Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40)
Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah: Rasulullah saw bersabda, "Minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Bila sesuatu menimpamu, maka katakanlah, Allah telah menetapkannya. Apa yang Dia kehendaki, Dia kerjakan, dan jangan kamu berkata: seandainya aku berbuat begini maka akan begitu. Sesungguhnya kata "seandainya" membuka (kemungkinan pada) perbuatan setan. Sesuai dengan hadis Rasulullah saw: Rasullah saw bersabda: segala sesuatu ditetapkan ukurannya bahkan kelemahan dan kecerdasan. (Riwayat Imam Ahmad dan Muslim dari Ibnu 'Umar) Allah swt berfirman:
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (ar-Ra'd/13: 11)
وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢبِالْبَصَرِ 50
Wa mā amrunā illā wāḥidatun kalamḥim bil-baṣar(i).
Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata.
Tafsir Kemenag — ayat 50
Sesungguhnya perintah Allah hanya disampaikan satu kali dan perintah itu pasti terjadi dengan cepat, lebih cepat dari kedipan mata. Bila Allah swt menghendaki terjadinya sesuatu maka Ia hanya mengatakan "Jadilah" yang dikehendaki-Nya itu segera terwujud. Begitu pulalah mengenai hukuman terhadap orang kafir, hukuman pasti terlaksana di akhirat. (
وَلَقَدْ اَهْلَكْنَآ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ 51
Wa laqad ahlaknā asy-yā‘akum fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Tafsir Kemenag — ayat 51
Ayat ini menerangkan bahwa Allah membinasakan orangorang yang sama dengan mereka, yaitu umat-umat yang mendustakan para nabi pada zaman lampau, mereka telah hancur karena pembangkangannya. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah dan bagi siapa saja sesudah mereka beriman. Allah berfirman dalam ayat lain mengenai hukuman yang dijatuhkan kepada satu generasi, sama dengan hukuman yang dijatuhkan pada generasi sebelumnya. Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam. (Saba'/34: 54)
وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ 52
Wa kullu syai'in fa‘alūhu fiz-zubur(i).
Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal).
Tafsir Kemenag — ayat 52
Semua perbuatan manusia terhimpun dalam buku catatan masing-masing. Hal itu karena setiap perbuatan manusia kecil ataupun besar, baik atau buruk dicatat oleh malaikat di dalam buku catatan itu, Malaikat Kiram atau sebut saja Raqib, mencatat perbuatan yang baik dan Malaikat Katibin atau 'Atid mencatat perbuatan yang tidak baik. Dalam ayat lain Allah berfirman:
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 18)
Oleh karena semua aktivitas manusia, baik perbuatan maupun ucapan, baik yang baik maupun yang buruk, baik besar maupun kecil tercatat di dalam buku catatan masing-masing, maka sangat mudah bagi Allah menjatuhkan hukuman kepada yang berdosa dan memberikan pahala kepada yang berbuat baik.
وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ 53
Wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar(un).
Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauhulmahfuz).
Tafsir Kemenag — ayat 53
Semua perbuatan manusia terhimpun dalam buku catatan masing-masing. Hal itu karena setiap perbuatan manusia kecil ataupun besar, baik atau buruk dicatat oleh malaikat di dalam buku catatan itu, Malaikat Kiram atau sebut saja Raqib, mencatat perbuatan yang baik dan Malaikat Katibin atau 'Atid mencatat perbuatan yang tidak baik. Dalam ayat lain Allah berfirman:
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 18)
Oleh karena semua aktivitas manusia, baik perbuatan maupun ucapan, baik yang baik maupun yang buruk, baik besar maupun kecil tercatat di dalam buku catatan masing-masing, maka sangat mudah bagi Allah menjatuhkan hukuman kepada yang berdosa dan memberikan pahala kepada yang berbuat baik.
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍۙ 54
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar(in).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai
Tafsir Kemenag — ayat 54
Bagi mereka yang bertakwa, Allah memberikan surgasurga sesuai tingkat ketakwaan mereka. Sebagaimana diketahui surga itu bertingkat-tingkat. Di dalam surga-surga mengalir sungaisungai yang menunjukkan bahwa surga adalah tempat yang menyejukkan, indah dan memberikan hasil yang banyak. Mereka menempati tempat yang benar yang tidak ada cacat atau kekurangannya dan mereka berada di bawah naungan Maharaja yang Mahakuasa, yang akan memberi mereka apa yang Ia kehendaki tanpa halangan siapa pun.
فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍ ࣖ 55
Fī maq‘adi ṣidqin ‘inda malīkim muqtadir(in).
di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Tafsir Kemenag — ayat 55
Bagi mereka yang bertakwa, Allah memberikan surgasurga sesuai tingkat ketakwaan mereka. Sebagaimana diketahui surga itu bertingkat-tingkat. Di dalam surga-surga mengalir sungaisungai yang menunjukkan bahwa surga adalah tempat yang menyejukkan, indah dan memberikan hasil yang banyak. Mereka menempati tempat yang benar yang tidak ada cacat atau kekurangannya dan mereka berada di bawah naungan Maharaja yang Mahakuasa, yang akan memberi mereka apa yang Ia kehendaki tanpa halangan siapa pun.
