Skip to content
SERAMBI HIKMAH
Menu
  • BERANDA
  • TULISAN
    • FIKIH
    • RENUNGAN
    • CATATAN
    • FURUQ-MEMBEDAKAN ISTILAH
    • MENUA DENGAN MULIA
  • KHUTBAH JUM’AT
  • AL QUR’AN
  • TENTANG
  • LAYANAN
  • KONTAK
Menu
← Daftar surat Surat sebelumnya Surat berikutnya
الانشقاق 84. Al-Insyiqaq (Terbelah) · Mekah · 25 ayat

وَاِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْاٰنُ لَا يَسْجُدُوْنَ ۗ ۩ 21

Wa iżā quri'a ‘alaihimul-qur'ānu lā yasjudūn(a).

Apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud,

Tafsir Kemenag — ayat 21

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka tidak mau mengakui bahwa Al-Qur'an itu kalam Ilahi yang harus dimuliakan dan dipatuhi serta mengakui bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw utusan Allah.

بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُكَذِّبُوْنَۖ 22

Balil-lażīna kafarū yukażżibūn(a).

bahkan orang-orang yang kufur itu mendustakan(-nya).

Tafsir Kemenag — ayat 22

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka tidak mau mengakui bahwa Al-Qur'an itu kalam Ilahi yang harus dimuliakan dan dipatuhi serta mengakui bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw utusan Allah.

وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يُوْعُوْنَۖ 23

Wallāhu a‘lamu bimā yū‘ūn(a).

Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).

Tafsir Kemenag — ayat 23

Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan sebab mereka tidak mau mengakuinya, yaitu:

1.Mereka dengki kepada Nabi Muhammad atas kelebihan yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.

2.Mereka takut kehilangan pengaruh dan kedudukan sebagai pemimpin bangsanya.

3.Mereka tidak mau mengganti kepercayaan yang telah dianut oleh nenek moyang mereka dengan kepercayaan yang lain. Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Oleh karena itu, Allah mengejek mereka dengan kata-kata, "Berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih di hari Kiamat nanti."

فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ 24

Fa basysyirhum bi‘ażābin alīm(in).

Maka, berilah mereka kabar ‘gembira’ dengan azab yang pedih,

Tafsir Kemenag — ayat 24

Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan sebab mereka tidak mau mengakuinya, yaitu:

1.Mereka dengki kepada Nabi Muhammad atas kelebihan yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.

2.Mereka takut kehilangan pengaruh dan kedudukan sebagai pemimpin bangsanya.

3.Mereka tidak mau mengganti kepercayaan yang telah dianut oleh nenek moyang mereka dengan kepercayaan yang lain. Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Oleh karena itu, Allah mengejek mereka dengan kata-kata, "Berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih di hari Kiamat nanti."

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ࣖ 25

Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnūn(in).

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Bagi merekalah pahala yang tidak putus-putus.

Tafsir Kemenag — ayat 25

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, percaya kepada Al-Qur'an, serta mengerjakan ajarannya dengan sebaik-baiknya, akan mendapat ganjaran dari Allah yang tidak ada putus-putusnya, abadi selama-lamanya.

← Ayat sebelumnya Ayat 21–25 dari 25
Sumber teks, terjemahan, dan tafsir: Kementerian Agama RI, melalui API eQuran.id v2.

©2026 SERAMBI HIKMAH | Design: Newspaperly WordPress Theme