Pengantar surat
Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat. Nama Ghaasyiyah diambil dari kata Al Ghaasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat. Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada rakaat kedua pada shalat hari-hari Raya dan shalat Jum'at
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ 1
Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah(ti).
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?
Tafsir Kemenag — ayat 1
Allah menyindir penduduk neraka dengan mengatakan, "Sudahkah sampai kepada kamu berita tentang hari Kiamat."
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ 2
Wujūhuy yauma'iżin khāsyi‘ah(tun).
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina
Tafsir Kemenag — ayat 2
Kemudian Allah menjelaskan bahwa manusia ketika itu terbagi dua, yaitu golongan orang kafir dan golongan orang mukmin.
Golongan orang kafir ketika melihat kedahsyatan yang terjadi ketika itu, menjadi tertunduk dan merasa terhina. Allah berfirman:
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin." (as-Sajdah/32: 12)
Dan firman Allah:
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal. (asy-Syura/42: 45)
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ 3
‘Amilatun nāṣibah(tun).
(karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu).
Tafsir Kemenag — ayat 3
Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu semasa hidup di dunia bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh. Akan tetapi, perbuatan mereka itu tidak diterima karena mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan syarat utama untuk diterimanya perbuatan dan mendapat ganjaran-Nya.
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ 4
Taṣlā nāran ḥāmiyah(tan).
Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas.
Tafsir Kemenag — ayat 4
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ 5
Tusqā min ‘ainin āniyah(tin).
(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
Tafsir Kemenag — ayat 5
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ 6
Laisa lahum ṭa‘āmun illā min ḍarī‘(in).
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
Tafsir Kemenag — ayat 6
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ 7
Lā yusminu wa lā yugnī min jū‘(in).
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
Tafsir Kemenag — ayat 7
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ 8
Wujūhuy yauma'iżin nā‘imah(tun).
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
Tafsir Kemenag — ayat 8
Allah menerangkan bahwa di dalam surga, muka orang mukmin berseri penuh kegembiraan. Mereka merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Allah yang kemudian mendapat imbalan surga yang diidam-idamkan.
(10-16) Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ 9
Lisa‘yihā rāḍiyah(tun).
merasa puas karena usahanya.
Tafsir Kemenag — ayat 9
Allah menerangkan bahwa di dalam surga, muka orang mukmin berseri penuh kegembiraan. Mereka merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Allah yang kemudian mendapat imbalan surga yang diidam-idamkan.
(10-16) Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ 10
Fī jannatin ‘āliyah(tin).
(Mereka) dalam surga yang tinggi.
Tafsir Kemenag — ayat 10
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ 11
Lā tasama‘u fīhā lāgiyah(tan).
Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna.
Tafsir Kemenag — ayat 11
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ 12
Fīhā ‘ainun jāriyah(tun).
Di sana ada mata air yang mengalir.
Tafsir Kemenag — ayat 12
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ 13
Fīhā sururum marfū‘ah(tun).
Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan,
Tafsir Kemenag — ayat 13
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ 14
Wa akwābum mauḍū‘ah(tun).
gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
Tafsir Kemenag — ayat 14
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ 15
Wa namāriqu maṣfūfah(tun).
bantal-bantal sandaran yang tersusun,
Tafsir Kemenag — ayat 15
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ 16
Wa zarābiyyu mabṡūṡah(tun).
dan permadani-permadani yang terhampar.
Tafsir Kemenag — ayat 16
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ 17
Afalā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat.
Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
Tafsir Kemenag — ayat 17
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ 18
Wa ilas-samā'i kaifa rufi‘at.
Bagaimana langit ditinggikan?
Tafsir Kemenag — ayat 18
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ 19
Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat.
Bagaimana gunung-gunung ditegakkan?
Tafsir Kemenag — ayat 19
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ 20
Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat.
Bagaimana pula bumi dihamparkan?
Tafsir Kemenag — ayat 20
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.
