Skip to content
SERAMBI HIKMAH
Menu
  • BERANDA
  • TULISAN
    • FIKIH
    • RENUNGAN
    • CATATAN
    • MENUA DENGAN MULIA
  • KHUTBAH JUM’AT
  • TENTANG
  • LAYANAN
  • KONTAK
Menu

Memahami Makna Kehidupan (5 seri)

Posted on 07/16/202607/17/2026 by JafarHartono

Seri 1 — Dunia Ini Memang Tidak Pernah Lurus

Pernahkah kita duduk sejenak, lalu menghitung dengan jujur: berapa banyak hal dalam hidup ini yang benar-benar berjalan persis seperti yang kita rencanakan? Rasanya tidak banyak. Selalu saja ada satu sisi yang belum beres ketika sisi yang lain sedang baik-baik saja. Dan anehnya, itu terjadi pada hampir semua orang, di semua zaman, tanpa kecuali.

Ibarat selimut yang terlalu pendek untuk tubuh kita. Kita tarik ke atas, dada hangat tetapi kaki menggigil. Kita tarik ke bawah, kaki terlindungi tetapi bahu kedinginan. Sepanjang malam kita sibuk menarik ke sana ke mari, dan pagi datang tanpa kita pernah benar-benar tertutup seluruhnya.

Begitulah dunia diperlakukan kepada kita. Kekayaan datang, ketenangan pergi. Ketenangan didapat, rezeki menyempit. Rezeki lapang dan hati tenang, tetapi anak-anak menjauh. Anak-anak saleh berkumpul, giliran badan yang mulai sakit-sakitan. Semuanya tampak beres di sekeliling kita, lalu satu kabar kecil dari dokter membuat semuanya terasa goyah.

Bila kita mengira itu kesialan, kita akan sibuk marah seumur hidup. Berbeda bila kita mengerti bahwa selimut ini memang sengaja dibuat pendek, kita akan berhenti bertanya “mengapa saya” dan mulai bertanya “untuk apa ini”.

Ibnu Umar menyebut dunia sebagai tempat yang penuh lika-liku, bukan tempat yang stabil. Siapa yang mengenali watak dunia, dia tidak akan terlalu gembira karena kaya, dan tidak akan terlalu remuk karena susah. Sebab keduanya sama-sama singgah, dan keduanya sama-sama pergi.

Maka justru di sinilah rahmat itu bersembunyi. Seandainya selimut ini cukup panjang, seandainya semua keinginan kita terpenuhi rapi tanpa cacat, mungkin kita tidak akan pernah merasa perlu bangun di sepertiga malam. Untuk apa mengangkat tangan kalau segalanya sudah ada di genggaman?

Ketidaksempurnaan dunia bukan hukuman. Ia adalah cara Allah menjaga agar kita tetap punya alasan untuk kembali kepada-Nya.

“Dunia dibuat tidak pernah utuh, supaya kita tidak pernah merasa cukup tanpa Allah.”

©2026 SERAMBI HIKMAH | Design: Newspaperly WordPress Theme